LAPORAN SAPONIFIKASI PDF

laporan praktikum air susu (air susu ibu).docxmore. by Litna laporan praktikum re. by Litna laporan praktikum re. by Litna. Ariesta dwi utami studies Geography, Cultural Studies, and Literature. Hi my name is Ariesta dwi utami. you can call me Arista. I live in north bekasi. I was born . kinanti rina, University of Brawijaya, Food Science and Technologi Department, Undergraduate. Studies Pendidikan, Cultural Studies, and Islamic Studies.

Author: Yozshutilar Mazurg
Country: Equatorial Guinea
Language: English (Spanish)
Genre: Literature
Published (Last): 21 February 2015
Pages: 395
PDF File Size: 4.43 Mb
ePub File Size: 10.45 Mb
ISBN: 163-8-53796-759-7
Downloads: 33908
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Memi

Tk Saponifikasi Download Report. Published on Oct View 11 Download 0. Pengenalan DeterjenDeterjen merupakan salah satu produk industri yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk keperluan rumah tangga dan industri.

Deterjen dapat sapobifikasi cair, pasta, atau bubuk yang mengandung konstituen bahan aktif pada permukaannya dan konstituen bahan tambahan. Konstituen bahan aktif adalah berupa surfaktan yang merupakan singkatan darisurfaceactiveagents, yaitu bahan yang menurunkan tegangan permukaan suatu cairan dan di antarmuka fasa baik cair-gas maupun cair-cair untuk mempermudah penyebaran dan pemerataan. Adapun konstituen tambahan dapat berupa pembangun, zat pengisi, zat pendorong, diantaranya adalah: Saponofikasi dodesilbenzena sulfonat, natrium lauril eter sulfat, kokonum sitrat, dan metil paraben.

Lapporan pertama yang dihasilkan yaitu natrium lauril sulfat NSL yang berasal dari lemak trilausil yang kemudian direduksi dengan hidrogen dibantu dengan katalis. Setelah itu, direaksikan dengan asam sulfat lalu dinetralisasi. Karena proses produksinya yang saponifikai, maka penggunaan NSL ini tidak dilanjutkan.

Industri deterjen selanjutnya dikembangkan dengan menggunakan alkil benzena sulfonat ABS. Akan tetapi, ABS ini memiliki dampak negatif terhadap lingkungan karena molekul ABS ini tidak dapat dipecahkan oleh mikroorganisme sehingga berbahaya bagi persediaan suplai air tanah. Selain itu, busa dari ABS ini menutupi permukaan air sungai sehingga sinar matahari tidak bisa masuk pada dasar sungai sapnoifikasi dapat menyebabkan biota sungai menjadi mati dan sungai menjadi tercemar.

Detergen ini memiliki rantai karbon yang panjang dan dapat dipecahkan oleh mikroorganisme sehingga tidak menimbulkan busa pada air sungai.

Akan tetapi, LAS juga memiliki kekurangan yaitu dapat membentuk fenol, suatu bahan kimia beracun. Deterjen yang beredar di pasaran atau yang dikonsumsi sebagian masyarakat Indonesia merupakan hasil produksi dalam negeri, tetapi dengan lisensi dari perusahaan luar negeri. Bahan Baku Pembuatan Deterjena.

SurfaktanSurfaktan surface active agent merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil suka air dan hidrofob suka lemak. Bahan aktif ini berfungsi menurunkantegangan permukaanair sehingga dapat melepaskan kotoran yang saponnifikasi pada permukaan bahan, meningkatkan daya pembasahan air sehingga kotoran yang berlemak dapat dibasahi, mengendorkan dan mengangkat kotoran dari kain dan mensuspensikan kotoran yang telah terlepas.

Secara garis besar, terdapat empat kategori surfaktan yaitu: BuilderBuilder pembentuk berfungsi meningkatkan efisiensi pencuci dari surfaktan dengan cara menon-aktifkan mineral penyebab kesadahan air. Sodium Tri Poly Phosphate STPP Garam posfat digunakan sebagai pembina builder dalam detergen dimana ia memberikan perlembutan paporan water softeningkealkalian dan penghilangan kotoran serta penyebaran dispersion.

Juga sebagai bahan bantu pada proses terbaik semasa pembuatan detergen seperti penyerapan surfaktan cair dan pengikatan air bebas. Fosfat yang paling lazim digunakan dalam aplikasi detergen adalah garam sodium dan potassium pirofosfat dan tripolifosfat. FillerFiller pengisi adalah bahan tambahan deterjen yang tidak mempunyai kemampuan meningkatkan daya cuci, tetapi menambah kuantitas.

  I SEGRETI DI PARIGI AUGIAS PDF

Contohnya adalah sodium karbonat.

proses pembuatan termocol glass and plates

Sodium karbonat merupakan bahan deterjen multifungsi. Diantaranya adalah untuk kekerasan air melalui pemendakansumber kealkalian, pengisi fillerpembawa dan bahan bantu pengaglomeratan agglomeration untuk serbuk. Additives ditambahkan lebih untuk maksud komersialisasi produk. Jenis-jenis DeterjenBerdasarkan senyawa organik yang dikandungnya, deterjen dikelompokkan menjadi: Deterjen anionik DAI Merupakan deterjen yang mengandung surfaktan anionik dan dinetralkan dengan alkali.

Deterjen ini akan berubah menjadi partikel bermuatan negatif apabila dilarutkan dalam air. Biasanya digunakan untuk pencuci kain. Kelompok utama dari deterjen anionik adalah: Rantai panjang berlemak alkohol sulfatAlkil aril sulfonatOlefin sulfat dan sulfonatb.

Deterjen kationikMerupakan deterjen yang mengandung surfaktan kationik. Deterjen ini akan berubah menjadi partikel bermuatan positif ketika terlarut dalam air, biasanya digunakan pada pelembut softener.

Selama proses pembuatannya tidak ada netralisasi tetapi bahan-bahan yang mengganggu dihilangkan dengan asam kuat untuk netralisasi. Agen aktif permukaan kationik mengandung kation rantai panjang yang memiliki sifat aktif pada permukaannya. Kelompok utama dari deterjen kationik adalah: Deterjen nonionikMerupakan senyawa yang tidak mengandung molekul ion sementara, kedua lapoean dan basanya merupakan molekul yang sama.

Similarity Analysis

Deterjen ini tidak akan berubah menjadipartikel bermuatan apabila dilarutkan dalam air tetapi dapat bekerja di dalam air sadah dan dapat mencuci dengan baik hampir semua jenis kotoran.

Kelompok utama dari deterjen nonionik adalah: Deterjen AmfoterikDeterjen jenis ini mengandung kedua kelompok kationik dan anionik. Detergen ini dapat berubah menjadi partikel positif, laporab, atau negatif bergantung kepada pH air yang digunakan. Biasanya digunakan untuk pencuci alat-alat rumah tangga.

Kelompok utama dari deterjen ini adalah: Menurut kandungan gugus aktifnya maka detergen diklasifikasikan sebagai berikut: Detergen jenis kerasDetergen jenis keras sukar dirusak oleh mikroorganisme meskipun bahan tersebut dibuang akibatnya zat tersebut masih aktif. Jenis inilah yang menyebabkan pencemaran air.

ABS merupakan suatu produk derivat alkil benzen. Reaksi ini menghasilkan Alkil Benzena Sulfonat. Jika dipakai Dodekil Benzena, maka persamaan reaksinya adalah: Detergen jenis lunakDetergen jenis lunak, bahan penurun tegangan permukaannya mudah dirusak oleh mikroorganisme, sehingga tidak aktif lagi setelah dipakai.

Lauril Sulfat atau Lauril Alkil Sulfonat. Pembuatan DeterjenAlkil aril sulfonat terbentuk dari sulfonasi alkil benzena, alkil benzena mengandung inti dengan satu atau lebih rangkaian alifatik alkil. Inti alkil benzena bisa lwporan, toluene, xylena, atau fenol. Alkil benzena yang biasa digunakan adalah jenis DDB deodecil benzena. Pembuatan deodecil benzena C6H6C12H25 dilakukan dengan alkilasi benzena dengan alkena C12H24 dibantu dengan katalis asam.

Alkilasi benzena kemudian dilakukan reaksi Fiedel-Craft. Detergen alkil benzena yang dihasilkan melalui proses Fiedel-Craft memliki sifat lzporan biologis yang buruk karena terdapat isomer dari propilen tetramer.

The Way Al Makes Soap. Standar Mutu Sabun Mandi. Skala Kecil, Skala Menengah. Industrial Oil and Fat Product.

Daya bersihnya kuat dalam membersihkan kotoran yang membandel. Direndam semalam baju tidak akan menimbulkan bau. Hemat air karena mudah dibilas. Bahan Baku Pembuatan Deterjen: Bahan aktif ini harus ada dalam pembuatan deterjen karena merupakan bahan inti dari deterjen.

  ID211 OMRON PDF

Secara kimia bahan kimia ini dapat berupa sodium lauryl ether sulfat SLES. Bahan ini berfungsi dalam meningkatkan daya bersih, saat digunakan bahan aktif ini mempunyai busa banyak, dan berbentuk gel translucent pasta. Bahan penambah volume produksi. Dalam penggunannya, Bahan ini berfungsi sebagai bahan pengisi dari keseluruhan bahan baku. Pemberian bahan pengisi ini dimaksudkan untuk memperbesar atau memperbanyak volume.

Bahan penunjangKita dapat menggunakan bahan penunjang yakni soda abu Na2CO3 yang berbentuk serbuk putih. Bahan penunjang ini berfungsi sebagai meningkatkan daya bersih. Keberadaan bahan ini dalam deterjen tidak boleh terlalu banyak, sebab dapat menimbulkan efek panas pada tangan saat mencuci pakaian. Bahan penunjang lainnya adalah STPP sodium tripoly posphate yang dapat menyuburkan tanaman, hal Ini dapat dibuktikan dengan menyiramkan air bekas cucian ke tanaman, maka tanaman tersebut akan menjadi subur.

Hal ini disebabkan oleh kandungan fosfat yang merupakan salah satu unsur dalam jenis pupuk tertentu. Parfum biasa dipakai untuk deterjen berbentuk cair kekuning-kuningan.

Pemilihan parfum ini sangat penting, karena biasanya konsumen selalu merasakan dulu wangi dari barang yang akan dibeli, baru mencoba untuk memakai produk tersebut. Bahan Tambahan aditif Adirif berfungsi mencegah kotoran kembali ke pakaian anti redeposisibahan tambahan ini sebenarnya tidak harus ada didalam pembuatan deterjen.

Salah satu contoh bahan tambahan ini adalah Enzym AR yang berbentuk serbuk putih. Bahan Tambahan untuk membuat sabun dengan kulitas yang istimewa: Pembersih noda yang membandel disebabkan oleh protein, seperti darah, kecap, susu, saponigikasi dll. Dengan ditambah Protease, maka daya cuci sabun terhadap kotoran yang disebabkan protein seperti darah, makanan bayi, susu, saos, kecap dll yang membandel akan lebih mudah dibersihkan.

Bioenzyme Bintik Biru dosis pemakaian secukupnya. Dengan ditambah lypozyme, maka daya cuci sabun terhadap kotoran yang mengandung minyak, lemak ataupun gemuk yang membandel akan lebih mudah dibersihkan.

Wadah, Pengaduk kayu, Saringan deterjen. Parfum secukupnyaProses pembuatan sabun cuci deterjen Bubuk: Siapkan wadah lalu campurkan Cottoclarin dengan LAS kemudian diaduk rata2. Siapkan semua bahan bahan serbuk untuk kemudian di aduk rata3. Terakhir adalah memasukkan bahan yang sudah jadi ke dalam kemasan.

Tk Saponifikasi

Soaps are the product of the reactionbetween a fat and sodium hydroxide: This article lists different steps becausein the industrial processes described each of these is done over several process steps, butin principle it could be done in the three steps outlined here. Step 1 – SaponificationA mixture of tallow animal fat and coconut oil is mixed with sodium hydroxide andheated.

The soap produced is the salt of a long chain carboxylic acid. Step 2 – Glycerine removalGlycerine is more valuable than soap, so most of it is removed.